Avatar

HARI PERBAIKAN MASA DEPAN
02-06-2018

Hari Perbaikan Masa Depan Bangsa


Apa yang terbesit dalam benak kita di tanggal 1 Juni? Mungkin kebanyakan dari kita akan menjawab hari lahirnya Pancasila. Namun ternyata ada peristiwa lain yang terjadi pada tanggal 1 juni ini yaitu hari anak Interanasional. Hari anak Internasional jatuh pada 1 Juni karena dipilih atas kesepakatan dalam Konferensi Dunia untuk kesejahteraan anak di Jenewa Swiss pada tahun 1925. Hal tersebut juga disepakati oleh Federasi Demokrasi Wanita di Moskow pada 1949. Dalam federasi tersebut terdapat 51 negara yang menyepakati tanggal 1 Juni sebagai hari Perlindungan anak International.
Hari anak internasional dibentuk dengan tujuan untuk mempromosikan kebersamaan sebagai masyarakat internasional terhadap perlindungan anak, meningkatkan kesadaran di kalangan anak-anak di seluruh dunia dan meningkatkan kesejahteraan anak. Isu kesejahteraan anak memang menjadi topik yang selalu diangkat dalam konferensi besar. PBB juga menetapkan hari Anak Internasional sebagai tanggal yang penting, bedanya, PBB menetapkan Hari Anak Internasional pada tanggal 20 November.
Perayaan Hari anak selalu ditandai dengan kegiatan yang mengangkat kegembiraan anak-anak. Seperti berkemah, pidato anak-anak, pertujukan dan hal-hal menyenangkan lainnya untuk menghibur anak-anak. Tidak sedikit negara merayakanya sebagai hari libur nasional. Di Bulgaria, digelar banyak acara untuk peringatan Hari Anak Internasional. Begitu pula di China. Serangkaian parade, konser, penampilan seni teater, balap sepeda, sampai demonstrasi cara berkendara atau berlalu lintas yang baik bagi anak-anak. Sedangkan di Indonesia sendiri sejumlah siswa tingkat SD dan SMP di Bandung, Jawa Barat sempat memperingati Hari Anak Internasional dengan melakukan napak tilas Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 mulai dari tugu Nol Km hingga Gedung Merdeka. Selain napak tilas, para siswa juara itu juga mengeluarkan pernyataan terkait hari anak serta membacakan Deklarasi Hak-hak Anak.
Hari Anak Internasioanl seharusnya dapat menjadi motivasi bagi masyarakat dunia untuk peka dan aktif dalam menyelesaikan problematika yang terjadi pada anak-anak. Saat ini masih banyak kasus yang dimana anak-anak yang menjadi korbannya seperti kekerasan, bullying, putus sekolah, pemerkosaan dan lain-lain. Menurut data dari KPAI, pada tahun 2015, jumlah anak yang tertimpa masalah pola asuh jumlahnya sangat besar, mencapai 4,1 juta orang. Menteri sosial Republik Indonesia, Khofifah mengungkapkan, dari 4,1 juta anak bermasalah itu, 5.900 anak menjadi korban kekerasan, 34.000 di antaranya anak jalanan, 3.600 anak berhadapan dengan hukum (ABH).
LSM Plan International dan International Center for Research on Women (ICRW) pernah melakukan riset yang dirilis awal Maret 2015 menunjukkan fakta mencengangkan terkait kekerasan anak di sekolah. Terdapat 84% anak di Indonesia mengalami kekerasan di sekolah. Angka tersebut lebih tinggi dari tren di kawasan Asia yakni 70%. Riset ini dilakukan di 5 negara Asia, yakni Vietnam, Kamboja, Nepal, Pakistan, dan Indonesia yang diambil dari Jakarta dan Serang, Banten. Survei diambil pada Oktober 2013 hingga Maret 2014 dengan melibatkan 9 ribu siswa usia 12-17 tahun, guru, kepala sekolah, orangtua, dan perwakilan LSM. Selain itu, data dari Badan PBB untuk Anak (Unicef) menyebutkan, 1 dari 3 anak perempuan dan 1 dari 4 anak laki-laki di Indonesia mengalami kekerasan. Data ini menunjukkan kekerasan di Indonesia lebih sering dialami anak perempuan.
Sebagai mahasiswam kita harus turut peduli dan memberi solusi terhadap problematika anak khususnya yang terjadi di Indonesia. Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang perlu dijaga dengan baik karena mereka adalah cerminan Indonesia di masa depan. Anak-anak yang baik akan menjadi sebuah harapan bagi Indonesia di masa depan, namun bagaimana jika generasi anak-anak saat ini dicetak menjadi generasi yang apatis dan individual?
Referensi :
http://www.kpai.go.id/berita/kpai-ada-3849-pengaduan-kasus-anak-pada-tahun-2017
http://www.kpai.go.id/berita/kpai-jutaan-anak-alami-masalah-sosial
https://student.cnnindonesia.com/edukasi/20160601113738-317-134980/mengenal-sejarah-hari-perlindunga...
https://m.liputan6.com/news/read/2191106/survei-icrw-84-anak-indonesia-alami-kekerasan-di-sekolah
http://rilis.id/selamat-hari-anak-sedunia-2017.html
http://malahayati.ac.id/?p=27605