Avatar

JAGO DI DARAT, JAYA DI LANGIT
19-05-2018

Pagi Metal !

Dibalik menjaga Angkasa Ibu Pertiwi ini, tersimpan cerita sendu yang menyentuh hati.


Baca selengkapnya di

Mengenang Revolusi Dirgantara Indonesia

“Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri, bersuka karena usahanya sendiri, dan maju karena pengalamannya sendiri”

Pramoedya Ananta Toer

Membangun bangsa bukanlah sebuah hal yang dapat dengan mudah dilakukan oleh semua orang. Seperti halnya stainless steel, membangun bangsa perlulah memiliki sifat-sifat keuletan yang tinggi, tahan karat meski telah uzur oleh zaman, dan tidak mudah mengalami crack pada tekanan tinggi. Para pendahulu bangsa Indonesia sejatinya merupakan orang-orang yang berjuang, negeri ini tidak akan berdiri jika tidak diperjuangkan dengan sepenuh hati dan memiliki cita-cita yang mulia, yaitu satu negara Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Jika kita lihat kebelakang, pendirian atau pembentukan Negara Indonesia tidak dilakukan dengan mudah. Pengorbanan waktu, fikiran, harta, hingga nyawa pun tak segan dilakukan hanya untuk terbentuknya Negara Indonesia. Perlulah kita sebagai generasi penerus bangsa Indonesia berterima kasih kepada Para Pendiri Bangsa dan Para Pahlawan yang telah berjuang memerdekakan negara Indonesia menjadi negara Kesatuan yang kita kenal.

Namun, untuk menjadi bangsa yang besar tidaklah cukup hanya mendirikan sebuah negara, perlu diadakan pengembangan dan pembangunan agar negeri ini menjadi negeri makmur untuk rakyatnya seperti yang di cita-citakan oleh Para Pendiri Bangsa terdahulu. Salah satu perjuangan pembangunan negara Indonesia diperingati pada hari itu, hari dimana Angkatan Udara Republik Indonesia atau disingkat AURI diresmikan, tertanggal 9 April 1946.

Semenjak hari itu, banyak peristiwa-peristiwa penting untuk Bangsa Indonesia yang berkaitan dengan dunia kedirgantaraan, diantaranya tanggal 16 Juni 1948 saat Presiden Soekarno berkunjung ke Aceh. Kedatangan Presiden Soekarno ke Aceh bertujuan untuk bertemu sejumlah tokoh-tokoh penting Aceh dengan harapan mendapatkan sumbangan dari rakyat Aceh untuk membeli pesawat pertama Republik Indonesia yang kala itu sangat dibutuhkan untuk kebutuhan transportasi Presiden berpergian keliling negeri. Kedatangan Presiden Soekarno ke Aceh mendapatkan sumbangan dari rakyat Aceh sebesar 20kg emas yang dikumpulkan dibawah panitia Djunes Yusuf dan Said Muhammad Alhabsji.

Pesawat pertama yang dimiliki oleh bangsa Indonesia berjenis Pesawat Dakota yang kemudian diberi nama Dakota RI-001 Seulawah, yang memiliki arti Gunung Emas. Pada awal pengoperasiannya, pesawat RI-001 Seulawah melakoni beberapa pernanan, mulai dari menjadi penghubung Jawa dan Sumatera, mengangkut obat-obatan, hingga menyelendupkan senjata berserta amunisi dan perangkat komunikasi dari Burma dan India pada saat Agresi Militer Belanda.


Dakota RI-001 Seulawah telah menjadi pelopor kedirgantaraan untuk bangsa Indonesia. Kini Bangsa Indonesia mampu memproduksi pesawat dalam negeri secara mandiri dibawah produksi PT. Dirgantara Indonesia atau yang akrab disapa dengan PTDI. Aktifitas penerbangan Indonesia juga menjadi salah satu yang tersibuk se-dunia, Bandar Udara Soekarno-Hatta kini menduduki peringkat ke-17 bandara tersibuk di dunia. Patutlah kita berbangga diri menjadi anak bangsa dan terus termotivasi untuk membangun negara ini menuju arah yang lebih baik.



Referensi :

http://www.hariansejarah.id/2017/01/soekarno-dan-daud-beureueh-dibalik-pesawat-pertama-indonesia-RI-001-Seulawah.html

http://acehplanet.com/sejarah-pesawat-seulawah-ri-001/

https://tni-au.mil.id/sejarah-tni-angkatan-udara/

https://www.world-airport-codes.com/world-top-30-airports.html