Last Update




HARI LINGKUNGAN HIDUP DUNIA
05-06-2018

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 


Sejarah hari lingkungan hidup sedunia ini berawal dari diajukannya peringatan hari ini oleh Jepang dan Senegal dalam Konferensi Stockholm, yang merupakan konferensi pertama PBB soal lingkungan hidup manusia pada 1972. Kondisi saat itu, berbagai persoalan lingkungan menimbulkan keresahan bersama. Di sejumlah wilayah di Eropa dilanda kabut asap, sementara di Jepang mewabah penyakit Minamata. Sementara, pada 1960-an, pembangunan dan pembakaran hutan terjadi di mana-mana, limbah industri tidak dikelola dengan baik, dan berbagai persoalan lainnya yang membawa dampak terhadap lingkungan.
Hari lingkungan hidup sedunia diperingati demi meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan untuk mengambil tindakan lingkungan yang positif bagi perlindungan alam dan planet bumi. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran global tentang masalah lingkungan hidup yang dihadapi dunia atau negara tertentu. Hari peringatan ini dipandang sebagai kesempatan bagi semua orang untuk menjadi bagian aksi global dalam menyuarakan perlindungan terhadap bumi, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan, dan gaya hidup yang ramah lingkungan.
Adapun, beberapa hal yang disepakati dari Konferensi Stockholm, di antaranya:
1. Deklarasi Stockholm, yang berisi berisi prinsip-prinsip yang harus digunakan dalam mengelola lingkungan hidup di masa depan melalui penerapan hukum lingkungan internasional.
2. Rencana Aksi, yang mencakup perencanaan dalam hal permukiman, pengelolaan sumber daya alam, pengendalian pencemaran lingkungan, pendidikan serta informasi mengenai lingkungan hidup.
3. Segi Kelembagaan, dibentuknya United Nations Environment Program (UNEP) yaitu badan PBB yang menangani program lingkungan dan berpusat di Nairobi, Kenya, Afrika. United Nations Environment Programme (UNEP) merupakan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengoordinir kebijakan mengenai alam dan menggalakkan sustainable development di dunia.


Kajian dan Aksi Strategis

IMMt FTUI 2018

#BeyondLimit

INISIATIF | PEDULI | BERMANFAAT





HARI PASAR MODAL INDONESIA
03-06-2018

Hari Pasar Modal Indonesia

Pasar modal adalah instrumen keuangan yang memperjual belikan surat-surat berharga berupa obligasi dan equitas atau saham untuk jangka panjang yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan swasta, dan kegiatannya dilaksanakan di bursa dimana tempat bertemunya para pialang yang mewakili investor. Tepat tanggal 3 Juni adalah tanggal di mana lahirnya pasar modal di Indonesia.
Sejarah Pasar Modal
Setiap tanggal 3 Juni kita selalu memperingati lahirnya pasal modal terkhusus di negara Indonesia kita sendiri. Pasar modal di Indonesia sejatinya sudah ada sejak tahun 1912 di Batavia. Namanya Vereniging voor Effectenhandel (bursa efek) yang merupakan cabang dari Amsterdamse Effectenbeurs (Bursa Efek Amsterdam). Bursa ketika itu didirikan tentu saja untuk kepentingan Belanda dan VOC. Peperangan membuat bursa tidak dapat berjalan seperti mestinya.
Kekacauan politik dan ekonomi akibat Perang Dunia I membuat bursa ditutup, pada tahun 1914 lalu dibuka lagi pada tahun 1918. Keberadaan bursa ternyata menarik minat banyak pihak. Sehingga pada 11 Januari 1925 dibuka bursa lagi di Surabaya dan pada 1 Agustus 1925 dibuka juga bursa di Semarang.
Masa keemasan bursa di Batavia, Surabaya dan Semarang tidak berlangsung lama. Perang Dunia II yang melanda serta resesi ekonomi membuat bursa harus ditutup. Bursa Efek Surabaya dan Semarang ditutup terlebih dahulu pada tahun 1939. Lalu pada 10 Mei 1940 Bursa Efek Jakarta pun ditutup.
Barulah pada tahun 1952 Bursa Efek Jakarta diaktifkan kembali berdasarkan UU Darurat Pasar Modal 1951. UU ini dikeluarkan oleh Menteri Kehakiman Lukman Wiradinata dan Menteri Keuangan Prof DR Soemitro Djojohadikusumo. Setelah kemerdekaan, terjadi nasionalisasi perusahaan Belanda. Bursa semakin tidak efektif. Bursa pun tidak ada kegiatan hingga 10 Agustus 1977.
Presiden Soeharto kembali meresmikan bursa. Bursa Efek Indonesia dijalankan di bawah Badan Pelaksana Pasar Modal. Tanggal itulah yang diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Pasar Modal. Emiten pertama yang melantai di bursa adalah PT Semen Cibinong.
Presiden Soeharto pada 10 Agustus 1977 kembali mengaktifkan pasar modal. Bursa berada di bawah Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam). Emiten pertama yang go public adalah PT Semen Cibinong Tbk. Perusahaan semen Holchim yang berpusat di Swiss menguasai saham mayoritas PT Semen Cibinong pada 13 Desember 2001. Nama PT Semen Cibinong pun berubah menjadi PT Holchim Indonesia pada 1 Januari 2006.
Pada masa tersebut, perdagangan di bursa masih lesu. Transaksi yang masih tipis, karena aturan tidak memperbolehkan masuknya investor asing. Minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar sahampun masih sangat rendah. Hingga 10 tahun kemudian bursa baru memiliki 24 emiten.
Pemerintah kemudian mengeluarkan peraturan untuk mendukung perdagangan di bursa. Paket Desember 1987 memberikan kemudahan untuk perusahaan dalam melakukan penawaran saham kepada publik. Sebaliknya, pintu bursa pun terbuka bagi para investor asing. Barulah terlihat peningkatan aktivitas di bursa.
Pada 16 Juni 1989, terbentuklah Bursa Efek Surabaya (BES) yang dikelola swasta. Pada 13 Juli 1992, pemerintah melakukan swastanisasi Bursa Efek Jakarta. Bapepam berubah menjadi Badan Pengawas Pasar Modal. Tanggal ini diperingati sebagai hari jadi BEJ. Bursa lalu diurus oleh perusahaan swasta, PT Bursa Efek Jakarta.
Gedung bursa tidak terletak di kawasan SCBD seperti sekarang ini. Bursa masih berada di gedung yang saat ini menjadi Gedung Danareksa di Jakarta Pusat. Cara perdagangan saham pun masih dilakukan dengan cara manual.
Para pialang di lantai bursa menerima order jual atau beli saham melalui pesawat telepon, lalu menuliskan di papan. Terbayang ketika order jual dan beli ramai, para pialang itu berdesak-desakan ke papan mencantumkan ordernya.
Setelah perdagangan saham ditutup, penyelesaiannya pun setengah mati. Saham yang kala itu berbentuk lembaran, harus diantar ke sekuritas pembeli atau penjual. “Ada bertruk-truk saham yang ditukarkan ketika settlement,” kenang Mas Achmad Daniri mantan Direktur Utama BEJ. Tidak heran, ketika itu masih sering muncul pengumuman saham hilang.
Barulah pada tahun 2000, perdagangan di BEJ dilakukan tanpa warkat atau scripless. Tidak ada lagi truk-truk yang mengangkut saham dari kantor sekuritas satu ke kantor lainnya. Dua tahun kemudian, BEJ mulai mengaplikasikan sistem perdagangan jarak jauh atau remote trading.
Dengan remote trading, order yang masuk dari investor ke perusahaan sekuritas, tidak perlu lagi disampaikan kepada para pialang ke bursa yang lalu memasukkan ordernya. Order tersebut langsung tersambung dari perusahaan sekuritas ke sistem di bursa. Pada tahun 2002, BEJ mulai mengaplikasikan system tersebut secara dengan resmi dengan mengaplikasi remote trading menjadi sitem yang utama.
Pada tahun 2007, terjadi penggabungan Bursa Efek Surabaya & Bursa Efek Jakarta menjadi satu, yaitu Bursa Efek indoneisa. Dan pada tahun 2009 terdapat pembaharuan system yaitu peluncuran perdana system perdagangan baru PT. Bursa Efek Indonesia : JATS-NextG.
Pasar Modal dan Rakyat Indonesia
  Pasar modal sebagai instrument penting dalam dunia keuangan ini pada realita nya di masyarakat secara umum tidak dirasakan seutuhnya oleh seluruh rakyat Indonesia. Dalam hal ini hanyalah masyarakat golongan ke atas yang kebanyakan menyatakan dampak dari adanya system pasar modal secara langsung dikarenakan masih banyak rakyat Indonesia yang masih awam dengan hal ini.
  Dilansir dari data yang diperole dari Otoritas Jasa Keuangan, menunjukkan bahwa Indeks Literasi Keuangan dalam sector Pasar Modal adalah yang terkecil dibandingkan dengan sektor-sektor yang lain seperti perbankan, asuransi, lembaga pembiayaan dan berbagai sektor lain di mana indeks literaksi pasar modal hanya mencapai 1,25 % dibandingkan dengan sektor-sektor yang lain.

Sumber : Otoritas Jasa Keuangan
  Dalam hal ini masyarakat sendiri belum peka mengenai adanya pasar modal, dan kurangnya pengetahuan mengenai hal tersebut yang menunjukkan kecilnya tingkat literasi dan inklusi yang dapat dilihat dari sensus yang dilakukan oleh otoritas jasa keuangan sendiri.
  Ketika negara Indonesia diharapkan menjadi negara pioneer dan menjadikan BEI sebagai pusat pasar modal di kawasan Asia Tenggara, namun pengetahuan masyarakat secara umum mengenai pasar modal sangatlah buruk dibandingkan dengan negara-negara yang lain. Dalam kedepannya, sektor pasal modal sendiri sangat diharapkan menjadi penyedia sumber pendanaan selain sektor perbankan di mana sektor perbankan akan tetap menjadi sektor utama untuk negara ini. Kebutuhan dana jangka pantang tersebut diharapkan dapat dipenuhi dari pasar modal, terutama untuk proyek infrastruktur. Pendanaan infrastruktur yang berjangka panjang di mana akan lebih cocok didanai dari pasar modal.
  Sehingga kedepannya warga negara Indonesia secara keseluruhan dapat lebih tercedaskan dengan program-program dari bursa efek dan menjadikan pasar modal adalah instrument penting untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia sendiri sesuai nawacita yang dicita-citakan Presiden Joko Widodo. Dalam umurnya yang telah mencapai 66 tahun setelah dibukanya kembali bursa efek, diharapkan akan lebih memakmurkan kembali rakyat Indonesia secara keseslurhan bukan hanya dijadikan permainan bagi kolongan atas dan adu kepentingan bagi para penguasa.








HARI PERBAIKAN MASA DEPAN
02-06-2018

Hari Perbaikan Masa Depan Bangsa


Apa yang terbesit dalam benak kita di tanggal 1 Juni? Mungkin kebanyakan dari kita akan menjawab hari lahirnya Pancasila. Namun ternyata ada peristiwa lain yang terjadi pada tanggal 1 juni ini yaitu hari anak Interanasional. Hari anak Internasional jatuh pada 1 Juni karena dipilih atas kesepakatan dalam Konferensi Dunia untuk kesejahteraan anak di Jenewa Swiss pada tahun 1925. Hal tersebut juga disepakati oleh Federasi Demokrasi Wanita di Moskow pada 1949. Dalam federasi tersebut terdapat 51 negara yang menyepakati tanggal 1 Juni sebagai hari Perlindungan anak International.
Hari anak internasional dibentuk dengan tujuan untuk mempromosikan kebersamaan sebagai masyarakat internasional terhadap perlindungan anak, meningkatkan kesadaran di kalangan anak-anak di seluruh dunia dan meningkatkan kesejahteraan anak. Isu kesejahteraan anak memang menjadi topik yang selalu diangkat dalam konferensi besar. PBB juga menetapkan hari Anak Internasional sebagai tanggal yang penting, bedanya, PBB menetapkan Hari Anak Internasional pada tanggal 20 November.
Perayaan Hari anak selalu ditandai dengan kegiatan yang mengangkat kegembiraan anak-anak. Seperti berkemah, pidato anak-anak, pertujukan dan hal-hal menyenangkan lainnya untuk menghibur anak-anak. Tidak sedikit negara merayakanya sebagai hari libur nasional. Di Bulgaria, digelar banyak acara untuk peringatan Hari Anak Internasional. Begitu pula di China. Serangkaian parade, konser, penampilan seni teater, balap sepeda, sampai demonstrasi cara berkendara atau berlalu lintas yang baik bagi anak-anak. Sedangkan di Indonesia sendiri sejumlah siswa tingkat SD dan SMP di Bandung, Jawa Barat sempat memperingati Hari Anak Internasional dengan melakukan napak tilas Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 mulai dari tugu Nol Km hingga Gedung Merdeka. Selain napak tilas, para siswa juara itu juga mengeluarkan pernyataan terkait hari anak serta membacakan Deklarasi Hak-hak Anak.
Hari Anak Internasioanl seharusnya dapat menjadi motivasi bagi masyarakat dunia untuk peka dan aktif dalam menyelesaikan problematika yang terjadi pada anak-anak. Saat ini masih banyak kasus yang dimana anak-anak yang menjadi korbannya seperti kekerasan, bullying, putus sekolah, pemerkosaan dan lain-lain. Menurut data dari KPAI, pada tahun 2015, jumlah anak yang tertimpa masalah pola asuh jumlahnya sangat besar, mencapai 4,1 juta orang. Menteri sosial Republik Indonesia, Khofifah mengungkapkan, dari 4,1 juta anak bermasalah itu, 5.900 anak menjadi korban kekerasan, 34.000 di antaranya anak jalanan, 3.600 anak berhadapan dengan hukum (ABH).
LSM Plan International dan International Center for Research on Women (ICRW) pernah melakukan riset yang dirilis awal Maret 2015 menunjukkan fakta mencengangkan terkait kekerasan anak di sekolah. Terdapat 84% anak di Indonesia mengalami kekerasan di sekolah. Angka tersebut lebih tinggi dari tren di kawasan Asia yakni 70%. Riset ini dilakukan di 5 negara Asia, yakni Vietnam, Kamboja, Nepal, Pakistan, dan Indonesia yang diambil dari Jakarta dan Serang, Banten. Survei diambil pada Oktober 2013 hingga Maret 2014 dengan melibatkan 9 ribu siswa usia 12-17 tahun, guru, kepala sekolah, orangtua, dan perwakilan LSM. Selain itu, data dari Badan PBB untuk Anak (Unicef) menyebutkan, 1 dari 3 anak perempuan dan 1 dari 4 anak laki-laki di Indonesia mengalami kekerasan. Data ini menunjukkan kekerasan di Indonesia lebih sering dialami anak perempuan.
Sebagai mahasiswam kita harus turut peduli dan memberi solusi terhadap problematika anak khususnya yang terjadi di Indonesia. Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang perlu dijaga dengan baik karena mereka adalah cerminan Indonesia di masa depan. Anak-anak yang baik akan menjadi sebuah harapan bagi Indonesia di masa depan, namun bagaimana jika generasi anak-anak saat ini dicetak menjadi generasi yang apatis dan individual?
Referensi :
http://www.kpai.go.id/berita/kpai-ada-3849-pengaduan-kasus-anak-pada-tahun-2017
http://www.kpai.go.id/berita/kpai-jutaan-anak-alami-masalah-sosial
https://student.cnnindonesia.com/edukasi/20160601113738-317-134980/mengenal-sejarah-hari-perlindunga...
https://m.liputan6.com/news/read/2191106/survei-icrw-84-anak-indonesia-alami-kekerasan-di-sekolah
http://rilis.id/selamat-hari-anak-sedunia-2017.html
http://malahayati.ac.id/?p=27605




HARI LAHIR PANCASILA
01-06-2018

Hari Lahir Pancasila

Oleh : Asykar Mt’17

 

Untuk kedua kali dalam sejarah Republik Indonesia, peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni ditetapkan pemerintah sebagai hari libur nasional.

Penetapan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 yang berisi “Pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dan masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni”. Pidato ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan pidato pada peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, di Gedung Merdeka, Bandung, pada 1 Juni 2016.

Sejak masa pemerintahan orde baru, sejarah tentang rumusan-rumusan awal Pancasila didasarkan pada penelusuran sejarah oleh Nugroho Notosusanto melalui buku Naskah Proklamasi jang Otentik dan Rumusan Pancasila jang Otentik.

Setelah peristiwa reformasi, muncul banyak gugatan tentang hari lahir Pancasila yang sebenarnya. Setidaknya ada tiga tanggal yang berkaitan dengan hari lahir Pancasila, yaitu tanggal 1 Juni 1945, tanggal 22 Juni 1945 dan tanggal 18 Agustus 1945.

Lalu, kita bertanya mengapa tanggal 1 Juni yang dipilih?

Pada Perpres tersebut dijelaskan bahwa penetapan hari lahir Pancasila mengacu pada sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 Mei-1 Juni 1945. Dalam hari-hari itu, ada 3 orang tokoh yang memaparkan tentang dasar negara yakni Muhammad Yamin, Soepomo, kemudian Soekarno.

Istilah Pancasila mulai diperkenalkan oleh Sukarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945. Tetapi masih ada proses selanjutnya yakni menjadi Piagam Jakarta (Jakarta Charter) pada 22 Juni 1945 dan juga penetapan Undang-undang Dasar yang juga finalisasi Pancasila pada 18 Agustus 1945.

Pada perpres tersebut tertulis “Bahwa rumusan Pancasila sejak tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir Soekarno, rumusan Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 hingga rumusan final tanggal 18 Agustus 1945 adalah satu kesatuan proses lahirnya Pancasila sebagai Dasar Negara."

Pada 73 tahun lalu, tepatnya 1 Juni 1945, di dalam salah satu ruangan gedung yang kini dikenal sebagai Gedung Pancasila, Soekarno berpidato menawarkan gagasan mengenai dasar negara Indonesia merdeka.

Soekarno menawarkan lima sila yang terdiri: Kebangsaan Indonesia; Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan; Mufakat atau Demokrasi; Kesejahteraan Sosial; dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Selain Soekarno, Ada juga M. Yamin dan Soepomo yang memaparkan pandangan mereka. Namun, pidato Soekarno yang dianggap paling pas dijadikan rumusan dasar negara Indonesia.

Usulan dari Soekarno tersebut ditanggapi dengan serius dan merupakan cikal bakal lahirnya Panitia Sembilan yang beranggotakan Soekarno, Mohammad Hatta, Marami Abikoesno, Abdul Kahar, Agus Salim, Achmad Soebardjo, Mohammad Yamin, dan Wahid Hasyim.

Setelah melalui proses persidangan yang panjang dan menimbulkan perdebatan yang tidak sedikit. Pada tanggal 22 Juni 1945, lahirlah rumusan dasar negara RI yang dikenal dengan Piagam Jakarta atau Jakarta Charter yang terdiri dari :

 1.     Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya

 2.     Kemanusiaan yang adil dan beradab

 3.     Persatuan Indonesia

 4.     Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

 5.     Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

 

Setelah merumuskan dan menyepakati Piagam Jakarta, masih banyak juga yang belum setuju dengan rumusan ini yang nantinya juga berdampak pada perubahan sila pertama menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa”.

Sehari setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Sidang PPKI mengesahkan UUD 1945 dimana dasar negara Indonesia ,yaitu Pancasila tercantum pada pembukaan UUD 1945 yang berisi :

 1.     Ketuhanan yang Maha Esa

 2.     Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

 3.     Persatuan Indonesia

 4.     Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan

 5.     Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia



Kajian dan Aksi Strategis

IMMt FTUI 2018

#BeyondLimit

INISIATIF | PEDULI | BERMANFAAT



DAFTAR PERUSAHAAN RUJUKAN KERJA PRAKTEK DTMM
19-05-2018



MUSIC CORNER KANTEK
19-05-2018


[Music Corner Kantek 2018]

Pada tanggal 22 Maret 2018 yang lalu telah dilaksanakan MCK atau Music Corner Kantek, yang merupakan salah satu proker bidang Minors dan suatu kegiatan yang berfungsi untuk mewadahi, memfasilitasi, dan mengembangkan minat dan bakat warga dalam bidang seni. Selain itu Music Corner Kantek ini bertujuan untuk menjaring minat dan bakat warga Departemen Teknik Metalurgi & Material sebelum menghadapi dan berjuang di Teknik Cup.


Kegiatan MCK kali ini dibawakan oleh mc yaitu Dhea Mt'17 dan Callista Mt'17 dan juga menampilkan 8 dari 12 cabang seni Teknik Cup yaitu solo vocal, vocal group, band, puisi, stand up comedy, lukis, poster, dan fotografi, yang dimana masing-masing pj cabang menyiapkan kontingen terbaiknya untuk menunjukan kemampuan dan bakat mereka kepada warga.


Tidak hanya untuk menampilkan bakatnya, tetapi juga menjadi suatu hiburan yang dapat dinikmati warga. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para kontingen bisa menjadi lebih siap dan mantap untuk berjuang di Teknik Cup 2018!






Minat Olahraga dan Seni

IMMt FTUI 2018

#BeyondLimit