Last Update




HAKIKI ATAU ILUSI?
19-05-2018

Pagi Metal!


Supersemar, sebagai surat yang dikeluarkan tahun pada tanggal 11 Maret 1966 yang menjembatani perpindahan Orde Lama menuju Orde Baru masih mengundang tanda tanya hingga 52 tahun lamanya.


Selengkapnya dapat diakses di : http://bit.ly/Supersemar_K3


Kajian dan Aksi Strategis

IMMt FTUI 2018

#BeyondLimit

INISIATIF | PEDULI | BERMANFAAT





JAGO DI DARAT, JAYA DI LANGIT
19-05-2018

Pagi Metal !

Dibalik menjaga Angkasa Ibu Pertiwi ini, tersimpan cerita sendu yang menyentuh hati.


Baca selengkapnya di

Mengenang Revolusi Dirgantara Indonesia

“Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri, bersuka karena usahanya sendiri, dan maju karena pengalamannya sendiri”

Pramoedya Ananta Toer

Membangun bangsa bukanlah sebuah hal yang dapat dengan mudah dilakukan oleh semua orang. Seperti halnya stainless steel, membangun bangsa perlulah memiliki sifat-sifat keuletan yang tinggi, tahan karat meski telah uzur oleh zaman, dan tidak mudah mengalami crack pada tekanan tinggi. Para pendahulu bangsa Indonesia sejatinya merupakan orang-orang yang berjuang, negeri ini tidak akan berdiri jika tidak diperjuangkan dengan sepenuh hati dan memiliki cita-cita yang mulia, yaitu satu negara Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Jika kita lihat kebelakang, pendirian atau pembentukan Negara Indonesia tidak dilakukan dengan mudah. Pengorbanan waktu, fikiran, harta, hingga nyawa pun tak segan dilakukan hanya untuk terbentuknya Negara Indonesia. Perlulah kita sebagai generasi penerus bangsa Indonesia berterima kasih kepada Para Pendiri Bangsa dan Para Pahlawan yang telah berjuang memerdekakan negara Indonesia menjadi negara Kesatuan yang kita kenal.

Namun, untuk menjadi bangsa yang besar tidaklah cukup hanya mendirikan sebuah negara, perlu diadakan pengembangan dan pembangunan agar negeri ini menjadi negeri makmur untuk rakyatnya seperti yang di cita-citakan oleh Para Pendiri Bangsa terdahulu. Salah satu perjuangan pembangunan negara Indonesia diperingati pada hari itu, hari dimana Angkatan Udara Republik Indonesia atau disingkat AURI diresmikan, tertanggal 9 April 1946.

Semenjak hari itu, banyak peristiwa-peristiwa penting untuk Bangsa Indonesia yang berkaitan dengan dunia kedirgantaraan, diantaranya tanggal 16 Juni 1948 saat Presiden Soekarno berkunjung ke Aceh. Kedatangan Presiden Soekarno ke Aceh bertujuan untuk bertemu sejumlah tokoh-tokoh penting Aceh dengan harapan mendapatkan sumbangan dari rakyat Aceh untuk membeli pesawat pertama Republik Indonesia yang kala itu sangat dibutuhkan untuk kebutuhan transportasi Presiden berpergian keliling negeri. Kedatangan Presiden Soekarno ke Aceh mendapatkan sumbangan dari rakyat Aceh sebesar 20kg emas yang dikumpulkan dibawah panitia Djunes Yusuf dan Said Muhammad Alhabsji.

Pesawat pertama yang dimiliki oleh bangsa Indonesia berjenis Pesawat Dakota yang kemudian diberi nama Dakota RI-001 Seulawah, yang memiliki arti Gunung Emas. Pada awal pengoperasiannya, pesawat RI-001 Seulawah melakoni beberapa pernanan, mulai dari menjadi penghubung Jawa dan Sumatera, mengangkut obat-obatan, hingga menyelendupkan senjata berserta amunisi dan perangkat komunikasi dari Burma dan India pada saat Agresi Militer Belanda.


Dakota RI-001 Seulawah telah menjadi pelopor kedirgantaraan untuk bangsa Indonesia. Kini Bangsa Indonesia mampu memproduksi pesawat dalam negeri secara mandiri dibawah produksi PT. Dirgantara Indonesia atau yang akrab disapa dengan PTDI. Aktifitas penerbangan Indonesia juga menjadi salah satu yang tersibuk se-dunia, Bandar Udara Soekarno-Hatta kini menduduki peringkat ke-17 bandara tersibuk di dunia. Patutlah kita berbangga diri menjadi anak bangsa dan terus termotivasi untuk membangun negara ini menuju arah yang lebih baik.



Referensi :




TERIMA KASIH KONTINGEN
19-05-2018

Terima kasih bagi para kontingen metal yang tergabung dalam Tim A & Tim B Futsal Putri FTUI pada Kompetisi Girls Day Out di Jungle Futsal, Kukusan Raya Depok:


Widyaningsih B. S. (Mt'14)

Theogracia D. Pupilu (Mt'16)

Belle Kristaura (Mt'17)

Maulita Nabilla (Mt'17)

Callista Azzahra (Mt'17)


Hasil tidak akan mengkhianati kerja keras kalian☺️


Minat Olahraga dan Seni

IMMt FTUI 2018

#BeyondLimit

INISIATIF | PEDULI | BERMANFAAT





TERIMA KASIH KONTINGEN
19-05-2018

Terima kasih bagi para kontingen metal yang telah ikut mewakili Futsal Putra dan Futsal Putri Universitas Indonesia pada acara Prasmul Olympic 2018 :


Danny Bahar (Mt'15)

M. Murtaza (Mt'17)

Widyaningsih (Mt'14)


Hasil tidak akan mengkhianati kerja keras kalian☺️


Minat Olahraga dan Seni

IMMt FTUI 2018

#BeyondLimit

INISIATIF | PEDULI | BERMANFAAT





TERIMA KASIH KONTINGEN
19-05-2018

Terima kasih bagi para kontingen metal yang tergabung dalam Ukor Basket UI yang telah mendapatkan peringkat 2 pada Gunadarma Hoops Summit Vol.4 2017:


Farhan Ashardi (Mt'16)

Rizkie Ramadhia S. (Mt'17)

Sekar Nadiyah (Mt'17)


Terima Kasih sudah mengharumkan nama Metalurgi dan Teknik disana👌


Minat Olahraga dan Seni

IMMt FTUI 2018

#BeyondLimit

INISIATIF | PEDULI | BERMANFAAT




Antara Asmat, Kita dan Indonesia
19-05-2018

Asmat. Mungkin kita baru mendengar nama kabupaten ini pertama kalinya sejak wabah menyerang daerah ini, sejak gizi buruk melanda banyak balita dan anak-anak, atau bahkan ketika segelintir mahasiswa menyadarkan kita mengenai kondisi yang terjadi disana. Nama Asmat sudah dikenal dunia sejak tahun 1904. Dengan luas 23.746 km2, Asmat bukanlah sebuah kabupaten kecil teman-teman! Kabupaten ini bahkan mengalahkan luas dari provinsi Jakarta.





Gambar 1. Kabupaten Asmat


Mengisi 7,44 persen wilayah dari Provinsi Papua, Asmat tentunya menjadi bagian penting dari Indonesia. Teman-teman, kini Asmat sedang menghadapi masalah. Kini Asmat butuh uluran tangan saudara-saudaranya. Apakah kita rela melihat 70 anak telah meninggal akibat kasus campak dan gizi buruk sejak September 2017 hingga Januari 2018?.

646 anak terkena campak. 144 anak menderita gizi buruk. Apakah kita terus menunggu pemerintah mengirim kemampuan terbaiknya untuk menyelesaikan kondisi ini? Apakah kita akan terus menunggu mereka para dokter dari kalangan ahli atau calon dokter yang masih mahasiswa menyelesaikan permasalahan ini?. Apakah kita harus terus menunggu, menunggu, dan menunggu?



Gambar 2. Gizi Buruk di Asmat


Tiap distrik di kabupaten asmat hanya memiliki satu dokter spesialis. Infrastruktur mereka bahkan jauh dari kata memadai. Teman-teman tahu berapa kampung yang terdapat di Kabupaten Asmat? 100 Kampung. Menurut BPS pada tahun 2013, bahkan Asmat baru memiliki 12 puskesmas. Rumah sakit umum-pun adalah RSUD yang tergolong tipe C yang berada di Agats. Kita sama-sama tahu, masalah besar di Kabupaten ini adalah kesehatan. Tapi apakah permasalahan ini hanyalah tanggung jawab pemerintah dan dokter semata?

Sejak berlalu keramaian di media sosial, kita sama-sama sepakat bahwa Asmat membutuhkan kita. Kita masyarakat Indonesia. Membantu Asmat tak harus menjadi pemerintah. Membantu Asmat tak harus menjadi dokter. Membantu Asmat hanya cukup menjadi manusia. Kita bisa ulurkan doa-doa kita, harta kita, dan apa-apa yang kita bisa berikan semampu kita untuk Asmat.


Dari Metalurgi, Untuk Asmat, Bagian dari Indonesia
Kastrat IMMt FTUI 2018


Referensi